Keren…. Seminar Online Pertama Pendidikan Matematika FKIP UNMA Di Banjiri Peserta Dari Berbagai Daerah dan Berbagai Profesi

0
92

Seminar Online pertama yang dilaksanakan oleh program studi pendidikan matematika telah dilaksanakan pada hari Rabu Tanggal 6 Maret 2019. Di luar dugaan panitia peserta seminar online berhasil mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan peserta yang tercatat tidak kurang sebanyak 205 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan profesi. Profesi yang terlibat mulai dari guru, mahasiswa, dosen, penyuluh pertanian dan yang lainnya. Jika dilihat dari asal daerah ada yang berasal dari pulau Jawa tepatnya dari pulau Kalimantan dan Sumatera.

Bahkan admin seminar online Kaka Dewi kerepotan harus memilih pertanyaan yang harus di jawab oleh pemateri. Materi pada seminar online pertama mengusung tema “PEMBELAJARAN YANG INOVATIF MENGACU PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0”, kami berharap melalui seminar online pendidikan matematika dapat mengenalkan lebih luas lagi program program dari pendidikan matematika Universitas Majalengka. Materi yang dibawakan oleh pemateri yakni Bapak Erik Santoso, M.Pd. mengawali dengan era digital yang memungkinkan semua dapat terakses tanpa batasan ruang dan waktu sampai pemateri menyampaikan keterkaitan dengan dunia pendidikan kemudian dihubungkan dengan pembelajaran Era 4.0, Ada beberapa hal yang menjadi catatan salah satunya di era 4.0 Guru jangan “TBC” Tidak Bisa Komputer dan Guru tidak boleh KUDET (Kurang Update). Seminar yang diawali pada pukul 20.00 berakhir pada pukul 22.15.

Beberapa pertanyaan yang ditanyakan diantaranya:

Pertanyaan : Di era 4.0 ini, ketika ingin menghasilkan mahasiswa yg siap bersaing, maka dosen pun hrs meningkatkan kapasitas’y, terlebih untuk memfasilitasi pembelajaran d kelas..nah pertanyaan’y..kemampuan berpikir seperti apa dlm matematika yg bnr² strategis dan hrs diprioritaskan untuk dimiliki mahasiswa dlm era tersebut?? kemudian model pembelajaran apa yg cocok untuk mendukung berkembang’y kemampuan tersebut?

Jawaban: dua hal yang saya singgung diatas  ada kritis dan kreatif, kritis akan menghasilkan kreatif. Dulu kita hanya mengenal tahu berbentuk kotak tetapi sekarang tahu sudah bulat dan menjadi brand dari suatu daerah di JAWABARAT, Kritis adalah tidak menerima mentah-mentah masalah tapi berrtanya tanya terlebih dahulu. ketika kita kritis biasanya kreatif. kalau masalahnya seperti itu maka solusi nya harus kaya begini, di dalam matematik atau yang lainnya ciri dari berpikir kreatif adalah berpikir original beda dengan yang lainnya, kemudian tidak memili satu alternatif tetapi beberapa alternatif untuk memecahkan suatu masalah

Notulensi materi dari SemOn kemarin malam bisa teman-teman akses di link form berikut: link

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here